Anonim Part I
Saat itu saya masih memakai seragam abu-abu putih. Waktu itu saya lagi bosen dan males banget (haha, penyakit kalo lagi belajar). Sambil membolak-balik modul KEWARGANEGARAAN ( semacam Pkn) dan menguap beberapa kali, eh, tiba-tiba mata saya tertuju ke tulisan kecil-kecil. Saya tertegun cukup lama waktu itu, bukan karena tulisan yang "touching heart" ada di buku yang "nampak" sangat membosankan (kata-kata yang di pilih lama banget nih, biar kelihatan agak halus, haha). Tapi, lebih pada maknanya sendiri. Kira-kira seperti ini bunyinya :
Pemanjat Pohon
Tersebutlah dua orang sahabat sedang jalan bersama melewati sebuah hutan. Tanpa mereka sadari, tiba-tiba seekor beruang keluar dari semak-semak dan menghadang di depan. Reaksi keduanya berbeda. Lantaran aman ketakutan, pria yang satu meloncat dan memanjat sebuah pohon untuk bersembunyi di atas, tanpa memperdulikan nasib temannya. Yang lain merasa ditinggal dan terpaksa menghadapi hewan buas itu seorang diri tanpa senjat. Apa yang anda lakukan? Ia menjatuhkan dirinya di atas tanah, dengan menahan nafas berpura-pura mati. Konon, beruang tidak tertarik pada orang yang sudah mati. Begitu mendekat, moncong si beruang lantas mengendus-endus kepala, hidung, telinga, dan dadanya. Mungkin lantaran tak bernafas, akhirnya si beruang tidak tertarik dan pergi.
Ketika hewan tersebut sudah menghilang dari pandangan, sahabat yang tersembunyi di atas pohon turun dan mendekati temannya yang masih tergolek di bawah. Ia menanyakan apa saja yang dikatakan beruang kepadanya dan mengapa ia lantas pergi, “dari atas tadi aku melihat beruang itu membisikan sesuatu ke telingamu cukup lama.”
“oh, itu tidak penting, ia hanya membisikan sesuatu kepadaku agar hati-hati memilih teman. Ia heran, bagaimana aku bisa mengajak teman yang tiba-tiba meninggalkan aku sendirian ketika mendapat kesulitan.”
Itulah kehidupan. Secara hitam putih, tergambarkan oleh dua manusia tadi. Nah, Anda termasuk yang mana. Si pura-pura mati atau si pemanjat pohon.
Sumber : intisari, Agustus, 2007
Setelah membacanya, saya jadi agak autis, sebenernya saya masuk golongan mana ya? si pura-pura mati atau si pemanjat pohon?



Komentar
Posting Komentar