Everything has Consequences
Nothing is worth doing unless the consequences may be serious. – George Bernard Shaw
(Tidak ada hal yang layak dilakukan, kecuali hal tersebut mempunyai konsekuensi yang serius)
Saya sedang di bulan ketiga tahun 2018.
Maaf seringkali saya datang kesini pas lagi overthinking doang. Ya gimana ya? saya bisa nulis pas lagi begini aja. Ditahun ini banyak sekali big step yang saya lakukan, you have no idea, me either, babe.
Langkah besar yang saya ambil sungguh out of the box dan keluar dari zona nyaman saya sebagai individu merdeka seperti postingan sebelumnya. Saya bahagia sekali pada akhirnya bisa mengakhiri semua ketakutan saya akan dunia.
Langkah besar yang saya ambil pertama adalah; bekerja.
Ini langkah besar yang membuat saya menyesal, kenapa ga dari dulu aja?
Sebagai seorang introvert sejati yang kurang bisa menerima dan bertemu banyak orang baru jelas ini sebuah tantangan. Apalagi, pekerjaan yang saya ambil berkaitan dengan dunia layanan. Gila kan? But, I tried.
Rutinitas baru saya yang berangkat pagi, pulang sore, membuat 8 jam di 5 hari dalam satu minggu saya lebih berfaedah. Jelas sekali kan kalau hal baru ini mempunyai konsekuensi? Maka saya yakin hal ini layak untuk dilakukan.
Langkah besar yang saya ambil kedua adalah; I'm engaged!
Untuk yang kali ini sungguh bukan tantangan. Alasannya sederhana, saya jatuh cinta. Udah gitu aja. Selayaknya setiap awal hubungan yang ada, indah. Namun, seiring berjalannya waktu, jatuh cinta ini tidak hanya sekedar jatuh cinta yang tanpa konsekuensi. Bertunangan tidak lebih gampang daripada berpacaran. Buat saya yang (lagi-lagi) introvert susah sekali beradaptasi, menyampaikan apa yang saya mau sekaligus memikirkan apa yang dia mau. Iya, for the first time; saya mikirin perasaan orang lain. Kece kan? Udah gitu konflik masih aja ada, sekeras apapun saya berusaha buat baik-baik aja, konflik terus datang. Mana lagi untuk konflik cinta macem gini pasti mood saya ga enak seharian, udah gitu kudu mesti kasih fake smile everytime. Semakin besar konflik yang ada, kadang saya suka gemeteran, nahan nangis, tapi gaboleh. Buat yang kenal deket sama saya, pasti paham betul kalo saya ga pernah nangis secara frontal. Kalau kata sahabat saya, "Kamu akhirnya jadi manusia!"
Sebesar apapun konflik yang ada hari ini (hey, itu baru trailer!) saya masih berkeyakinan kalau konsekuensi itu menandakan bahwa hal ini layak untuk dilakukan
Jatuh cinta ini, layak untuk dilakukan.
Proses ini, layak untuk dilakukan.
Mengerti kamu, layak untuk dilakukan.
Membunuh ego saya, layak untuk dilakukan.
Sampai pada masanya nanti
disuatu sore yang baik-baik saja
... saya akan paham kalau semua konsekuensi ini bukan hal yang harus disesali tapi untuk dijalani.
disuatu sore yang baik-baik saja
... saya akan paham kalau semua konsekuensi ini bukan hal yang harus disesali tapi untuk dijalani.
WNO. 2:00PM.



Komentar
Posting Komentar