Muara



“Wake me up when September ends,” people said.

Buat saya bulan September engga seburuk itu kok. Buat saya, September adalah waktu untuk pulang.

Iya, pulang.

Ada beberapa hal yang membuat saya merasa ingin pulang di Bulan September. Yang pertama, akhirnya saya menyelesaikan studi selama 14 semester. It’s kinda shocking actually. Saya ga pernah kepikiran untuk lulus sebagai mahasiswa “delete soon”, but It’s just happened, dude. Di semester 14 saya ngerasa bacaan jaman awal kuliah tentang KeTuhanan atau filsafat ilmu itu hanya kepuasan diri semata. Pada akhirnya yang kita butuhkan di semester 14 adalah skill. Saya ngerasa kalo buku bisnis ternak lele dumbo dan budidaya kambing etawa lebih direalistis. Hehehe, sorry to say, sir.

Berakhirnya kuliah saya ini, mengakibatkan besarnya keinginan papa untuk saya pulang. Ada beberapa planning jangka pendek yang harus saya kerjakan di rumah sembari menunggu wisuda. Pulang kerumah yang banyak aturan membuat statement; keluar dari zona nyaman adalah hal mutlak. Saya paham sih kalau saya tidak punya ambisi yang besar, skill yang mendominasi, tapi setidaknya September ini memberikan kesempatan saya untuk sadar kalau modal cantik  niat doang itu ga bisa idup. Saya harus segera bergerak menyusuri sungai untuk hidup.

Hal kedua, di usia seperempat abad ini ada sesuatu yang mengharuskan saya menjadi diri saya lagi. Saya menjadi sosok yang merdeka. Dibulan September, saya pulang menjadi manusia individu yang tidak menggantungkan kebahagiaannya kepada orang lain.

Saya ga sepatah hati itu sih untuk ‘sambat’ di blog ini masalah jodoh. Saya mencoba melihat segala sesuatu dari segi positifnya. Dari percakapan saya sama seseorang, saya baru sadar kalo selama ini, saya ga pernah benar-benar meminta sama Allah tentang Jodoh. Takabur banget kan? Selama ini saya merasa ‘aman’ untuk hal yang satu ini. Untungnya, ini bukan teguran yang terlambat untuk disadari sih. Sekali lagi, saya benar-benar merasa pulang. Saya kembali kekesadaran saya akan pentingnya meminta ridho-Nya.

Sebahagia apapun saya sekarang menjadi manusia yang merdeka saat ini, saya sadar bahwa saya harus menyusuri sungai lagi.

Pada akhirnya,

saya harus bermuara.

Yogyakarta, 29 September 2017.

3:08PM. Lippo Plaza.

Komentar

Postingan Populer