Juliet, tetaplah di situ!
In this Halloween, for the first time in my life, I see a creepy story, tepat di kosan depan kamar saya. Sekitar jam 1 malam, saya enggak bisa tidur, insomnia seperti biasanya. Tiba-tiba kedengeran suara cowok,
"gimana? kamu maunya apa?"
"ngomong dong! jangan diem aja!"
"yaudah kan ini berarti?"
Suara lirih menekan itu seperti monolog. Tidak ada jawaban.
Iseng saya intip lewat jendela.
Ada seorang Romeo dan Juliet sedang berdiri di depan gerbang.
Mereka gelisah.
Sesekali Romeo masuk gerbang kemudian keluar lagi. Juliet yang masih terdiam masih mematung kadang ikut berjalan, kadang tidak.
Saya yang bosan, kembali menatap layar ponsel untuk membunuh rasa keingintahuan. Rasa yang saya yakin betul seperti dahaga yang tidak akan terpuaskan. Karena sampai kapanpun saya tidak akan tahu hal apa yang terjadi diantara dua insan manusia itu.
"Plaaaakkkk!"
Seketika saya terdiam. Pelan-pelan menekan lock screen ponsel dan kembali melihat keluar jendela. Dengan sedikit cahaya dari luar, saya meraba kacamata diatas meja.
Romeo dan Juliet ada di dalam gerbang. Tepat di depan garasi.
Dalam waktu singkat saya tahu siapa yang tertampar dan ditampar. Karena kemudian, si Romeo mencoba menendang Juliet dua kali.
Juliet yang malang.
Jarak pandang saya terbatas, saya tidak bisa melihat ekspresi keduanya. Si Juliet memegang kedua lengan Romeo. Gerak-geriknya mengatakan kalau si Juliet menginginkan Romeo berhenti menyerangnya.
Romeo dengan Kasarnya melepaskan diri, kemudian berjalan menuju motornya. Juliet langsung mengunci pagar kosannya.
Saya bahkan tidak bisa melihat, apakah Juliet menangis?
Si Romeo segera pergi dengan motornya. Sekilas saya melihat Romeo, badannya tinggi tegap, berkulit putih, mengenakan kaus singlet, berhidung mancung dan berrambut sedikit dijambul. Tampan. Sayang, hatinya tidak.
Si Juliet bertahan di depan garasi entah mencari air matanya yang jatuh atau harga dirinya yang tercecer. Entah.
Tinggal saya yang bengong. Kisah macam apa yang barusan saya lihat?! Bukankah Juliet semestinya dipuja, dirayu dan dimanja Romeo ketika Ia masih di atas balkon?
Pernah dengar Balcony of Juliette yang ada di Vienna? mungkin memang seharusnya Juliet tetap bertahan di balkon. Mungkin itu yang terjadi kalau Juliet turun menghampiri Romeonya. Daripada meminum racun demi cintanya, Juliet lebih memilih memelihara racun yang ia sebut Romeo.
Sejak malam itu, sedikit demi sedikit, saya melihat sisi indah dari melepaskan. Merelakan.




Komentar
Posting Komentar